mixtape: Hi-Rotated 2011 12/02/2011
Di penghujung tahun 2011 sepertinya pas menjadi momen retrospektif untuk melihat rilisan apa saja yang berotasi tinggi di iPod selama ini. Terlalu banyak yang jadi kandidat untuk masuk list favorit ini, tapi inilah beberapa yang benar-benar saya bisa nikmati paling tidak 3/4 dari total lagu yang ada di dalam album-album ini. Untuk pilihan album-album favorit selama 2011, mereka adalah... Destroyer – Kaputt (Januari) Dirilis pada Januari 2011, album ini seperti meletakan batu pertama bagi berbagai karya lainnya yang mengeksplor sisi yang tidak norak dari musik era 80-an. Kaya dengan suara gitar yang clean, sentuhan saxophone & flute, mood yang bermain antara nelangsa dan berdansa, Kaputt mengingatkan saya pada karya klasik The Blue Nile: Hats. Violens – Nine Songs 2011 / Embrace (Februari – Oktober) Setelah tahun lalu album mereka, Amoral, membuat ternganga, tahun ini Violens merilis 1 lagu (disertai beberapa b-sides) setiap bulannya sejak Februari hingga Oktober. Setiap lagu disertai 1 potongan artwork, yang kemudian ketika 9 artwork ini komplit, akan membentuk sebuah gambar yang terpampang di samping tulisan ini. Praktis koleksi 9 lagu baru ini menjadi sebuah album “ketengan”. Masih dengan kualitas penulisan lagu yang memukau, Violens bermain warna dari lagu ke lagu. Mulai dari yang beraroma 60’s psychedelia, 80’s New Romantics hingga 90’s dream/noise-pop. Violens adalah alegori dari kata "keren". Shine 2009 – Realism (Mei) Ketika sebuah single dilempar ke pasaran dengan menampilkan vokalis tamu seperti...Paula Abdul, maka ada dua kemungkinan dasar pemikirannya. Pertama, potensi pasar cukup terdongkrak karena popularitas Paula Abdul yang kembali naik semenjak terekspos sebagai juri/komentator American Idol & X Factor. Kedua, musik yang dikreasi begitu tebal dengan nuansa 90s dance music sehingga Paula Abdul menjadi sangat relevan untuk dilibatkan. Bisa jadi duo asal Finlandia ini menggunakan dua-duanya untuk single So Free dari album debut mereka Realism. Shine 2009 adalah salah satu talent di departemen dance music yang cukup fresh dan mungkin telah membuat KLF, Soul II Soul, Pet Shop Boys, dan PM Dawn tersenyum melihat pengaruh mereka masih ada. Bon Iver – Bon Iver (Juni) Ada yang bilang bahwa kualitas rekaman sebuah band / seorang solois selalu teruji pada rilisan album kedua. Dengan asumsi di atas, maka Bon Iver lulus ujian dengan yudisium cum laude. Album ini mempesona kuping dari berbagai sisi, tekstur halus-kasar, permainan tempo, perpindahan warna musik folk ke rock ke pop, playful. Ada satu asumsi lagi yang diperkuat oleh gebrakan Justin Vernon, yaitu bahwa ketika seorang laki-laki sudah cukup nyaman untuk bernyanyi seperti perempuan maka hasilnya bisa jadi istimewa. Devon Williams – Euphoria (Agustus) Berawal dari ketertarikan ketika membaca nama sang produser dari album ini: Jorge Elbrecht (Violens), saya akhirnya menemukan Devon Williams yang ternyata satu frekuensi dengan dasar selera musik saya, musik 90an. Tebal dengan pengaruh guitar bands seperti The Church, The Cure, The Chills, dan band berawalan “C” lainnya, kemudia sesekali diperkaya dengan harmoni pop ala The Beach Boys, menjadikan Euphoria seperti album yang telah dibuat dan disimpan sejak dua dekade yang lalu. Big Troubles – Romantic Comedy (September) Jangle pop atau power pop? Apapun sebutannya Big Troubles akan masuk ke dalam deretan muda di belakang Marshall Crenshaw, Teenage Fanclub, Gigolo Aunts, dan The Posies. Berbeda dengan album pertamanya yang penuh suara berlapis dan bising, Romantic Comedy adalah versi stripped down dari Big Troubles. Ada 1-2 lagu yang terdengar seperti post-punk revivalist Beach Fossils, namun sisanya seperti outtakes milik Teenage Fanclub pada masa God Knows It’s True atau So Far Gone yang glorious itu. Class Actress – Rapproacher (Oktober) Banyak yang mendeskripsikan band satu label dengan Toro Y Moi ini sebagai Madonna yang bernyanyi untuk Depeche Mode. Jika menyimak lirik dan judul lagu-lagunya memang terdengar seperti tema-tema beberapa album awal Madonna. Sentuhan synthesizer dan drum machine membuatnya terdengar seperti terpengaruh Depeche Mode. Deskripsi lain yang ditulis pada press release-nya adalah: “This is sensual music about tragic romance and the eternal longing for what you can't have”, baiklah cukup jelas bukan? One more thing, Elizabeth Harper is a hottie! The Diogenes Club – The Diogenes Club (Oktober) Oke, saya memang lemah terhadap musik yang kaya dengan aura 80-an, dan ketika menyimak album ini saya kontan teradiksi. Synthesizers yang meresonansi dengan lebar dan petikan gitar rhythm memang menjadi benang merah album ini. Dan tentunya kepiawaian duo Dob & Paul asal Welsh Inggris ini dalam merangkai notasi vokal dengan hooks di sana sini. Bagan-bagan lagu yang sederhana membuat album ini mudah diakses oleh kuping yang kemudian ingin mendengarkannya lagi. Lagi. Dan lagi. Boy – Mutual Friends (Oktober) Latest import from Germany. Inilah debut dari Valeska Steiner asal Zürich dan Sonja Glass asal Hamburg. Gaya bernyanyi yang mengingatkan pada Leslie Feist, gitar dan piano sebagai pengiring bergandengan dengan ketukan medium-upbeat membuat rekaman ini menjadi favorit saya untuk pagi hari. Cocok dinikmati terutama pada saat bosan dengan struktur musik yang kompleks. Musik pop yang catchy dan easy listening. Yann Tiersen – Skyline (Oktober) Saya selalu suka bagian lagu yang menggunakan canon, loopings, juga coda dengan part lagu yang repetitif. Dan album ini memanjakan saya dengan itu. Selain juga karena sound-nya yang berlapis, grafik musik yang meninggi, distorsi yang seperti mimpi, dan sisipan vokalis perempuan. Enough said. Jonathan Johansson – Klagomuren (November) Tidak mengerti satu katapun dari lirik musisi asal Swedia ini, semuanya berbahasa Swensk. Tapi ketika mendengarnya sebagai kesatuan bunyi dengan suara instrumen lainnya, bahasa tidak menjadi halangan lagi untuk menikmati album ini. Kurang lebih sama dengan cara menikmati Sigur Ros. Album ini berbalut elektro pop yang “dingin”, “basah”, dan melankolis. Korallreven – An Album By Korallreven (November) Duo asal Swedia (satu di antaranya adalah pemain keyboard dari The Radio Dept.) membangkitkan apa yang di pertengahan era 90an disebut sebagai ballearic yang kemudian bermutasi menjadi chill-out music di awal 2000an. Tebal dengan manipulasi reverb dan chorus, dipagari dengan medium beats, sampling harmoni koor, Korallreven menghipnotis dengan sentuhan aura spiritual. Honorable Mentions: M83 - Hurry Up, We're Dreaming Braids - Native Speaker Ringo Deathstarr - Colour Trip Deep Cut - Disorientation Washed Out - Within And Without Chad Valley - Equatorial Ultravox Neon Indian - Era Extrana Selebrities - Delusions Young Galaxy - Shape Shifting Toro Y Moi - Underneath The Pine I Break Horses - Hearts The Raveonettes - Raven In The Grave Twin Sister - In Heaven Wild Beasts - Smother Memphis - Here Comes The City The Weeknd - House of Baloons Minks - By The Hedge Low - C'mon Favorite Singles/EP: Ice Choir - Two Rings Lowtide - Underneath Tonight Body Language - You Can Roman Foot Soldiers - Kitsilano Jensen Sportag - Pure Wet Teen Daze - A Silent Planet Memoryhouse - The Years Kommode - Houses for Birds (proyek dari Eirik Gamblek / Kings of Convenience) Acid House Kings - Lost & Found Katjie & Piering - Kinanti RNRM - Play Tracey Thorn - You Are A Lover Toro Y Moi - Freaking Out Beach Fossils - What A Pleasure Disco Inferno - The 5 EPs TV Girl - Bennie & The Jetts College feat. Electric Youth - A Real Hero (OST Drive) The Triangle - How Could You Crush - Crush Murder Mystery - Problems Candy Claws - Verana Summers Le Volume Courbe feat. Kevin Shields - I Love The Living You Worth-Listening Comebacks: Lamb - 5 Mazzy Star - Common Burn Buffalo Tom - Skin Drugstore - Anatomy The Human League - Credo Blancmange - Blanc Burn The Killjoys - Pearl Beastie Boys - Hot Sauce Committee 2 The Primitives - Never Kill A Secret EP Atari Teenage Riot - Is This Hyperreal? The Wild Swans - The Coldest Winter For A Hundred Years Fountains of Wayne - Sky Full of Holes Ivy - All Hours Stereo MCs - Emperor Nightingale Erasure - Tomorrow's World Roxette - Charm School Sloan - The Double Cross Thievery Corporation - Culture of Fear Seefeel - Seefeel The Twilight Singers - Dynamite Steps Memorable Goodbyes: Amy Winehouse, R.E.M., Broken Social Scene (on hiatus) Download Hi-Rotated 2011 mixtape Untuk list rilisan & mixtape female singer-songwriter favorit 2011, bisa dilihat di sini Beberapa teman yang juga antusias membuat list & mixtape musik favorit 2011 personal mereka yang juga sangat menarik adalah: Diantra Irawan, Alexander Kusuma Praja, dan Dimas Ario. Go check 'em out! Favorite clips of 2011: Comments Your comment will be posted after it is approved. Leave a Reply |












RSS Feed